Makalah Civic Education (Hak Asasi Manusia di Dunia Barat)

English: The Hillsboro Civic Center in Hillsboro.

HAK ASASI MANUSIA DI DUNIA BARAT

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah

Civic Education

Oleh:

 

Dwi Apriliawati                      C52212115

 

 

Dosen Pembimbing:

Drs. Achmad Yasin, M.Ag.

 

 

JURUSAN MUAMALAH

FAKULTAS SYARI’AH

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL

SURABAYA

2012

KATA PENGANTAR

 

Puji syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat dan Hidayah-Nya kepada kita semua yang berupa ilmu dan amal. Dan berkat Rahmat dan Hidayah-Nya pula, penulis dapat menyelesaikan makalah civic education tepat pada waktunya.

Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini tidak akan tuntas tanpa adanya bimbingan serta bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya, khususnya kepada :

1.      Bapak Drs. Achmad Yasin, M.Ag selaku dosen pembimbing mata kuliah Bahasa Indonesia.

2.      Untuk teman teman yang lain yang tergabung dalam kelas “Muamalah D”.

 

Penulis menyadari bahwa makalah ini masih terdapat banyakterdapat banyak kekurangan. Akhirnya, kritik, saran, dan masukan yang membangun sangat penulis butuhkan untuk dijadikan pedoman dalam penulisan ke arah yang lebih baik lagi. Semoga makalah ini dapat berguna dan bermanfaat bagi kita semua.Amiin

 

Surabaya, 25 November 2012

 

                                                                                                            Penulis,

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1 Latar Belakang

Setiap manusia mempunyai hak-hak universal yang harus dijaga dan dihormati oleh satu sama lain. Untuk melindungi hak-hak universal yang dimiliki oleh setiap manusia ini, akhirnya disepakati untuk didirikan sebuah aturan yang berhubungan dengannya. Pada abad 17-an ham mulai dideklarasikan di inggris. Dan sejak itu pula ham mulai menjadi tema yang menarik untuk diperbincangkan. Sampai sekarangpun perbincangan-perbincangan mengenai tema itu masih kerap kita temukan.

Memang dalam pandangan sebagian orang pembahasan ham merupakan suatu hal yang sudah basi dan kurang menarik lagi. Kendati demikian, pada kenyataan yang kita temui masih banyak informasi-informasi yang mengabarkan tentang tema ini. Kenyataan hidup yang menunjukan adanya banyak pelanggaran ham yang dilakukan oleh perorangan maupun kelompoklah yang menjadikan pembahasan ini masih tetap hangat untuk diinformasikan.

Pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan sangat berfariasi mulai dari pelecehan secara individu sampai pada perampasan hak asasi orang lain. Hal ini bisa disebabkan karena adanya unsure kesengajaan maupun adanya kurang fahamnya masyarakat tentang hal ini. Di belahan dunia barat yang didominasi oleh bangsa eropa, juga kerap terjadi pelanggaran-pelanggaran dalam masalah ini. Pada hal jika kita kembali pada sejarah, deklarasi berkenaan dengan ham ini, pertama dideklarasikan adalah di daerah inggris.

Tema-tema mengenai hal ini sangatlah perlu dipelajari pada tingkatan perguruan tinggi, mengingat pembahasan pada masyarakat yang tidak ada henti-hentinya. Dalam setiap kehidupan manusia pastinya sangat berhubungan erat dengan yang namanya ham. Dalam perjalanan hidup mereka menyandang hak-hak kodrati yang tidak dapat diganggu gugat.dalam makalah ini akan lebih dikonsentrasikan pada masalh kontradiktif.

 

1.2 Rumusan Masalah

Hal-hal yang akan dibahas dalam pemaparan dapat terlihat dari rumusan masalah yang difadirkan. Semakin banyak rumusan masalah, semakin panjang pula penjelasannua. Adapun latar belakang yang disajikan dalam makalah ini adalah:

1.                        Apakah yang dinamakan ham itu? 

2.                        Bagaimanakah sejarah ham di barat?

3.                        Bagaimanakah keadaam ham di barat saat ini?

 

1.3 Tujuan

Dalam setiap penelitian pastilah mempumyai segala sesuatu yang dituju. Tujuan yang kami ingon capai dari pemaparan bahsan ini adalah:

1.                        Memahami makna dan apa  itu ham

2.                        Mengetahui sejarah ham di barat

3.                         memahami perekembangan ham saat ini

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian HAM

Untuk membuka pemahaman tentang segala sesuatu pestinya kita harus memahami terlebih dahulu pengrtian dari sesuatu yang kita pelajari tersebut. Begitu juga ketika kita ingin mempelajari tentang ham maka kita juga harus mempelajari dan mendalami apakah yang dinamakan dengan ham tersebut.

Hak asasi manusia adalah sesuatu yang dimiliki oleh setiap manusia dalam kehidupannya. Tuhanlah yang menghadiahkannya pada setiap manusia yang ada. Sesuatu tersebut bersifat kodrati dan tidak dapat dirubah-rubah apalagi ditiadakan, karena itu merupakan hak perorangan yang tidak dapat diganggu gugat. Pendapat ini bersesuaian dengan beberapa pendapat yang telah disampaikan oleh beberapa ilmuan yang telah ada.

Menurut reching human right yang diterbitkan oleh perserikatan bangsa-bangsa (pbb) , hak asasi manusia adalah hak yang melekat pada setiap menusia, yang tanpanya manusia mustahil untuk hidup sebagai manusia, dalam kehidupan ini tuhan telah membekai kita dengan segala sesuatu yang tanpa adanya hal itu kita tidak dapat dinyatakan hidup. Hal ini meliputi hak untuk hidup, berbicara dan lain-lian.

John locke yang merupakan salah seorang pemikir khususnya dalam bidang sosial dan kemasyarakatan juga sependapat dengan pendapat yang peretama tadi. Menurut beliau, ham merupakan sesuatu yang diberika langsung oleh tuhan kepada manusia sebagai sesuatu yang bersifat kodrati. Oleh sebab itu tidak ada kekuasaan yang dapat mengambil hak tersebut. Dari pengertian tersebut akhirnya mengerucut memjadi sebuah pengertian bahwa ham adalah hak dasar setiap manusia yang dibawa sejak lahir sebagai anughar dari yang maha kuasa bukan dari lembaga ataupun penguasa yanga ada.

2.2 Sejarah Ham Barat

Manusia telah mempunyai hak asasi mereka mulai sejak mereka dilahirkan ke dunia. Kendati demikian ham secara resmi tidak serta merta ada dan diakui oleh pemerintah. Dalam kehidupan kemanusiaan yang ada di barat. Hak asasi manusia  baru diresmikan pada abat ke 17-an di inggris. Adapun runtutan sejarahnya adalah sebagai berikut,

1.      Sebelum deklarasi universal

a.       Magna charta

Pada praktek dalam dunia nyata ham sudah ada dan dipakai dalam kehidupan masyarakat eropa. Para ahli hampun tidak memungkiri dengan adanya hal tersebut. Ham telah populer di masa kejayaan. Secara resmi, pembahasan ham mulai banyak diperbincangkan dan banyak di bahas secara mendalam dimulai dengan lahirnya magna carta.  Magna cartalah yang membatasi antara kekuasaan absolut para penguasa atau raja-raja. Kekuasaan absolute raja, seperti menciptakan hokum tetapi tidak terikat dengan peraturan penguasa yang ada, menjadi dibatasi dan kekuasaan mereka harus dipertanggung jawabkan secara hokum. Sejak lahirnya magna carta pada tahun 1215, raja yang melanggar aturan kekuasaan harus diadili yang mempertanggungjawabkan kebijakan pemerintahannya di hadapan parlemen. Sekalipun kekuasaan para raja masih sangat dominan dalam hal pembuatan undang-undang, magna charta telah manyulut ide tentang keterikatan penguasa pada hokum dan pertanggung jawaban kekuasaan mereka kepada rakyat.

      lahirnya magna charta merupakan cikal bakal lahirnya monarki konstitusional. Ketrikatan penguasa dengan hokum dapat dilihat pada pasal 21 magna charta yang menyatakan bahwa “… para pangeran dan baron dihukum atau didenda berdasarkan atas kesamaan, dan sesuai dengan pelanggaran yang dilakukannya.” Sedangkan pada pasal 40 diregaskan bahwa “… tak seorangpun menghendaki kita mengingkari atau menunda tegaknya hak atau keadilan.”

b.      Lahirnya undang-undang hak asasi manusia

      untuk mengplikasikan adanya hak-hak yang dimiliki oleh setiap manusia yang ada di dunia ini, sangat perlu untuk diadakannya persamaan kedudukan di depan hokum. Dengan adanya persamaan ini maka, hak-hak yang dimiliki oleh perorangan akan mendapatkan porsi hokum yang sama dan tidak ada deskriminasi antara satu dengan yang lainnya. Hal ini mulai terpikirkan setelah selang sekitar empat abad dari terjadinya magna charta, yaitu pada tahun 1689.

 pada tahun ini lahir undang-undang resmi yang membahas tentang hak asasi manusia di inggris dan ejak itulah muncul istilah equality before the low, kesetaraan manusia dimuka hokum. Dan akhirnya memunculkan juga istilah-istilah dan teori sosial yang identik dengan perkembangan dan karakter masyarakat eropa, yang dilanjutkan oleh amerika: kontrak sosial(j.j roesseau), trias politika (montesquieu), teori hokum kodrati (john locke), dan hak-hak dasar kesamaan dan kebebasan (thomas jefferson). Istilah-istilah ini akan dijelaskan pada subab yang berikutnya.

c.       Deklarasi prancis

Penangkapan dan penahanan secara semena-mena akhirnya mendapatkan perhatian khusus pada masa ini. Sehingga pada tahun 1789, lahir deklarasi prancis yang mamuat aturan hokum yang menjamin kebebasan manusia dalam proses hokum, seperti larangan menangkap seseorang dengan cara sewenang-wenang tanpa ada alas an yang pasti dalam ketentuan hokum. Yang kemudian menghasilkan sebuah perinsip yang sangat didukung dengan hak asasi manusia yang ada. Prinsip ini adalah prinsip presumption of innocent. Prinsip ini menyatakan bahwa orang-orang yang dianggap tidak bersalah sampai ada keputusan dari pengadilan yang berkekuatan hokum yang sah telah menyatakan bahwa ia adalah bersalah.

Perkembangan ham pada ssat ini ditandai dengan munculnya empat hak kebebasan manusia di amerika serikat pada 6 januari 1941. Keempat hak itu adalah hak kebebasan untuk memeluk agama dan beribadah sesuai dengan ajaran yang ia peluk, hak bebas dari kemiskinan, hak bebas berbicara dan menyatakan pendapat, dan hak bebas dari rasa takut.

d.      Deklarasi ham

Setelah beranjak tiga tahun deklarasi ham dihasilkan pada suatu konfrensi buruh internasional yang diselenggarakan di philadelphia, amerika serikat. Deklarasi pada tahun 1944 ini memuat pentingnya menciptakan perdamaian dunia berdasarkan pada keadilan sosial dan perlindungan seluruh manusia yangv tidak pandang ras, kepercayaan dan jenis kelaminnya. Deklarasi ini juga memuat prinsip ham yang merupakan jaminan setiap orang yang untuk mengejar pemenuhan kebuthan material dan spiritual secara bebas dan bermartabat serta jaminan keamanan ekonomi dan kesempatan yang sama. Hak-hak tersebut kemudian dijadikan dasar perumusan deklarasi universal ham (duham)  yang dikukuhkan oleh pbb pada tahun 1948.

Menurut duham terdapat lima jenis hak asasi yang dimiliki oleh individu yaitu hak personal (hak jaminan kebutuhan pribadi), hak legal (hak jaminan perlindungan hukum), hak sipil dan politik, hak subsistensi (hak jaminan adanya sumberdaya untuk menunjang kehidupan), dan hak ekonomi, sosial serta budaya.

2.3 Keadaan HAM di Barat Saat Ini

Tidak dapat dipungkiri bahwa dunia baratlah yang sudah dengan resmi mempelopori adanya undang-undang yang mangatur hak asasi manusia secara resmi dan sah. Dengan adanya deklarasi-deklarasi yang dilakukan oleh bangsa barat ini secara otomatis mempengaruhi negara-negara yang lainnya. Apalagi hal ini sudah disahkan oleh pbb yang notabenenya adalah naungan banyak bangsa dan negara berpengaruh di dunia.

            Namun  jika kita telaah lebuh dalam hal ini tidak menghalangi negara-negara barat untuk tidak melanggar apa yang sudah mereka susun sendiri. Banyak dari tingkah laku mereka yang secara sadar atau tidak telah melanggar norma-norma ham yang telah dukukuhkan. Dengan semena-mena mengadakan genjadan senjata dimana-mana, walaupun ketika dilihat secara sepintas aka nada hal-hal yang memaklumkan hal tersebut.

            Telaah dengan lebih dalam akan mengetahui apa sebab musabab terjadinya genjatan-genjatan senjata yang dapat mengkibatkan banyak hak-hak asasi manusia terabaikan. Hal ini tak menutup kemungkinan adanya sekandal-sekandal orang-orang dalam dalam melakukan semua pembaikotan-pembaikotan ham yang ada. Sehingga orang-orang luar yang tidak begitu faham akan hal itu akan diam saja tanpa adanya pemikiran tentang pelanggaran ham.

 

BAB III

ANALISI


3.1  Study Kasus

Berbicara seputar ham, memang baratlah yang mencetuskan semua teori-teori ini. Namun, sebenarnya di barat tidak mengedapankan esensi dari hal itu sendiri. Di satu sisi mereka ingin mengekspor ide ham, dan disisi yang lain mereka menginjak-injak ide-ide yang tertuang dalamnya. Di negara amerika serikat sendiri, disana tetap ada yang namanya deskriminasi. Hingga kini, di negara tersebut perlakuan kepada ras kulit hitan tidak akan sama denghan perlakuan pada ras kulit putih. Sampai pada saat obama yang merupakan ras kulit hitam bisa memenangkan pemilu, hal ini agaknya mengundang sedikit polemic yang ada dalam masyarakat.

 

3.2  Solusi

Dalam pengamalan undang-undang yang berlaku, perlu diadakannya tinjauan ulang pada setiap praktek dalam kehidupan nyata. Banyak yang dikira sudah baik ternyata pada hakikatnya masih banyak penyimpangan-penyimpangan yang ada. Tinjauan ini bertujuan untuk dapat diadakannya evaluasi-evaluasi lebih lanjut sehingga akan lebih mudah dalam menindak lanjutinya.

Adanya hal-hal yang tidak sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku dalam hak asasi manusia, sudah sepantasnyalah untuk ditangani secara cepat dan tepat oleh pemerinatah. Dengan adanya aturan-aturan seharusnya hidup ini akan lebih terarah. Jika ada suatu hal yang dianggap menyalahi aturan akan tetapi hal itu tetap dibiarkan maka akan merambah pada sektor-sektor yang lain. Dan akibat akhirnya banyak peraturan yang telah dibuat akan dilanggar secara semena-mena tanpa adanya tindak lanjut dari semuanya.

 

BAB IV

PENUTUP

 

 

4.1 Kesimpulan

1. Ham adalah segala sesuatu yang di anugrahkan dari tuhan kepada manusia, dimana hal tersebut bersifat kodrati dan tidak dapat diganggu gugat oleh pihak manapun.

2. Dalam perjalanan ham mulai berdirinya sampai pada saat ini, terdapat beberapa sejarah yang berharga. Meliputi magna carta dan deklarasi-deklarasi yang lainnya.

3. Keadaan ham pada saat ini masih jauh dari harapan . Banyak pembenahan-pembenahan yang harus dilakukan.

 

4.2 Saran

            Dalam menghdapi perbadaan-perbedaan yang sangat urgen dalam masyarakat barat, seharusnya pemerintah lebih memperhatikan perkembangan konflik ham yang tengah terjadi dalam masyarakat. Perbedaan-perbedaan ini mempunyai posisi yang sangat mengancam kelangsungan perdamaian.

DAFTAR PUSTAKA

A. Ubaedillah dkk. 2009. Demokrasi hak asasi manusia dan masyarakat madani. Jakarta: perdana media group

Khodafi dkk. 2012. Civic education. Surabaya: iain sunan ampel press

Naming, ramdlon. 1983. Citra dan citra hak asasi manusia. Yogyakarta: liberty

Konvensi eropa tentang hak asasi manusia. 25 november 2012.  Http://id.wikipedia.org/wiki/konvensi_eropa_tentang_hak_asasi_manusia

Pelanggaran ham. 25 november 2012. Http://www.eramuslim.com/berita/dunia-islam/eropa-larangan-jilbab-tak-langgar-ham.htm#.uljslmhzr0s

 

 

 

 

 

 

Makalah Ulumul Qur’an (Muhkam Mutasyabih)

Quran, Mus'haf_Al_Tajweed.

English: 11th Century North African Qur’an in ...

BAB I

PENDAHULUAN

1.1                   Latar Belakang

Al-Quran, kalam Tuhan yang dijadikan sebagai pedoman dalam setiap aspek kehidupan umat Islam, tentunya harus dipahami secara mendalam. Pemahaman Al-Quran dapat diperoleh dengan mendalami atau menguasai ilmu-ilmu yang tercangkup dalam ulumul quran. Dan menjadi salah satu bagian dari cabang keilmuan ulumul quran adalah ilmu yang membahas tentang Muhkam Mutasyabbih ayat.

Sehubungan dengan persoalan ini, Ibn Habib An-Naisabari pernah mengemukakan tiga pendapat mengenai kaitan ayat-ayat Al-Qur’an terhadap muhkam-mutasyabih.

Pertama, seluruh ayat Al-Qur’an adalah muhkam berdasarkan firman Allah dalam QS. Hud : 1, sebagai berikut :

ا لرَ كِتَبُ اُحْكِمَتْ ا يتُهُ ثُمَّ فُصِّلَتْ مِنْ لَّدُ نْ حَكِيْمُ خَبِيْ رٍ (1)

Kedua, seluruh ayat Al-Qur’an adalah mutasyabih berdasarkan firman Allah dalam QS. Az-Zumar : 39, sebagai berikut :

قُلْ يقَوْ مِ اعملوا علي مكا نتكم اني عا مل فسوف تعلمون (39)

Ketiga, pendapat yang paling tepat, ayat-ayat Al-Qur’an terbagi dalam dua bagian, yaitu muhkan dan mutasyabih berdasarkan firman Allah dalam QS. ‘Ali Imran : 7, sebagai berikut :

هو ا لذي انز ل عليك الكتب منه ا يت محكمت هن ا م الكتب و ا خر متشبهت فاما ا الذين في قلو بهم زيغ فيتبعون ما تشا به منه ابتغاء الفتنة وابتغاء ويله وما يعلم تأ ويله الا الله والر سخون فى العلم يقو لون ا منا به كل من عند ربنا وما يذ كر الا اولواالالباب[1]

Muhkam Mutasyabbih ayat hendaknya dapat dipahami secara mendalam. Hal ini dikarenakan, dua hal ini termasuk dalam objek yang urgen dalam kajian/pemahaman Al-Quran. Jika kita tengok dalam Ilmu Kalam, hal yang mempengaruhi adanya perbedaan pendapat antara firqoh satu dengan yang lainnya, salah satunya adalah pemahaman tentang ayat muhkam dan mutasyabbih. Bahasa Al-Quran ada kalimat yang jelas (muhkam) dan yang belum jelas (mitasyabih), hingga dalam penafsiran Al-Quran (tentang ayat muhkam mutasyabih-red) terdapat perbedaan-perbedaan.[2]

Berdalih agar tidak terjadi ketimpangan dalam memahami ayat-ayat Al-Quran khususnya dalam ranah Muhkam Mutasyabbih, maka kelompok kami menyusun makalah yang membahas tentang kedua hal tersebut dengan judul “ Al-Muhkam Al-Mutasyabih”. Untuk keterangan lebih lanjut mengenai ketentuan dan hal-hal yang berhubungan dengan Muhkam dan Mutasyabbih, akan dijelaskan dalam bab berikutnya yaitu bab pembahasan.

 

1.2                   Rumusan Masalah

Dalam suatu karangan ilmiah haruslah disusun secara sistematis dan runtut sesuai dengan ketentuan yang ada. Maka dari itu perlu untuk menyusun suatu rumusan masalah yang menjadi batu pijakan untuk pembahasan pada makalah ini. Adapun rumusan masalah tersebut ialah sebagai berikut:

1.Apa pengertian dari Al-Muhkam dan Al-Mutasyabih?

2.Bagaimana sebab-sebab adanya Al-Muhkam dan Al-Mutasyabih?

3.  Apa macam-macam dari Al-Muhkam dan Al-Mutasyabih?

4.Bagaimana sikap para ulama terhadap adanya ayat-ayat Al-Mutasyabih?

5.  Apa faedah dari adanya Al-Muhkam dan Al-Mutasyabih?

 

1.3                   Tujuan Pembelajaran

Adanya suatu diskusi dalam kelas yang kita lakukan sudah barang tentu semuanya mempunyai tujuan masing-masing dan boleh jadi tujuan tersebut berbada ataupun sama. Sedang pembelajaran pada saat ini yaitu dengan judul “Al-Muhkam Al-Mutasyabih” mempunyai beberapa tujuan diantaranya adalah :

1.      Dapat mengetahui pengertian dari Al-Muhkam dan Al-Mutasyabih.

2.Dapat memahami sebab-sebab adanya Al-Muhkam dan Al-Mutasyabih.

3.  Dapat mengerti macam-macam dari Al-Muhkam dan Al-Mutasyabih.

4.      Dapat membedakan bagaimana sikap para ulama terhadap adanya ayat-ayat Al-Mutasyabih.

5.      Dapat memahami faedah dari adanya Al-Muhkam dan Al-Mutasyabih.

 

BAB II

PEMBAHASAN Continue reading

Makalah Bahasa Indonesia (Bahasa sebagai Alat Komunikasi)

BAHASA INDONESIA SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI

MAKALAH

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah

Bahasa Indonesia”

 

 

Oleh:

Haris Maiza Putra                   C52212099

Lukman Chakim Putra            C52212106

Dwi Apriliawati                      C52212115

Ifa Al Mufida                         C72212137

M. Afif Zainur Rozikin           C92212145

Nisfatul Chabibah                   C92212149

 

Dosen Pembimbing:

Siti Rumilah, M.Pd.

 

JURUSAN MUAMALAH

FAKULTAS SYARI’AH

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL

SURABAYA

2012

KATA PENGANTAR

 

Puji syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat dan Hidayah-Nya kepada kita semua yang berupa ilmu dan amal. Dan berkat Rahmat dan Hidayah-Nya pula, penulis dapat menyelesaikan makalah Bahasa Indonesia  yang insyaallah tepat pada waktunya.

Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini tidak akan tuntas tanpa adanya bimbingan serta bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya, khususnya kepada :

  1. Ibu Siti Rumilah, M.Pd. selaku dosen pembimbing mata kuliah Bahasa Indonesia.
  2. Teman Kelompok 1 selaku Penulis dan pembuat Makalah ini. Dan untuk teman teman yang lain yang tergabung dalam kelas “Muamalah D”.

Penulis menyadari bahwa makalah ini masih terdapat banyak terdapat banyak kekurangan. Akhirnya, kritik, saran, dan masukan yang membangun sangat penulis butuhkan untuk dijadikan pedoman dalam penulisan ke arah yang lebih baik lagi. Semoga makalah ini dapat berguna dan bermanfaat bagi kita semua. Amiin.

Surabaya, 14 September 2012.

                                                                                                                                                                Penulis,

DAFTAR ISI

Kata Pengantar….. ………………………………………………………………………………….   i

Daftar isi ………………………………………………………………………………………………    ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1   Latar Belakang ………………………………………………….   1

1.2   Rumusan Masalah ……………………………………………….   2

1.3   Tujuan Pembelajaran …………………………………………..   2

BAB II PEMBAHASAN

2.1   Pengertian Bahasa ………………………………………………   3

2.2   Macam macam Bahasa ………………………………………….  4

2.3   Bahasa Negara ……………………………………………………   8

2.4   Tujuan Mempelajari Bahasa …………………………………….  9

2.5   Ragam Bahasa …………………………………………………….  10

BAB III KESIMPULAN………………………………………………. 13

Daftar Pustaka ………………………………………………………………..  14

Saran………………………………………………………………………….. .15

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Bahasa merupakan komponen terpenting dalam kehidupan manusia. Manusia tidak akan bisa melanjutkan kelangsungan hidup mereka dengan baik dan teratur tanpa adanya bahasa. Mereka tidak bisa berinteraksi dengan mudah dan baik jika mereka tidak menguasai bahasa antara satu sama lain dan dengan tidak adanya kesinambungan tersebut mereka juga tidak dapat menangkap ekspresi kejiwaan maupun keinginan yang diutarakan oleh lawan komunikasinya. Hal ini juga yang menyebabkan adanya sekat dan kurang terkaitnya emosional satu sama lain.

Bisa dikatakan bahwa bahasa sebagai salah satu kebutuhan primer yang mempunyai peran sebagai pengatur sirkulasi kelanjutan hidup. Bahkan, bahasa juga dapat dikategorikan sebagai senjata yang paling ampuh untuk membentengi diri dan negeri dari ancaman-ancaman perpecahan.

Di era globalisasi saat ini penggunaan bahasa sebagai media komunikasi sangatlah terpengaruh oleh laju perkembangan teknologi dan informasi.  Terdapat dua pengaruh pada bahasa setelah terkontaminasi dengan adanya laju teknologi dan informasi yang sangat cepat yaitu pengaruh positif dan pengaruh negatif. Adapun pengaruh positif yang dapat diperoleh adalah dimana media teknologi informasi sangat memperlancar hubungan komunikasi antar sesama. Mereka dapat menyampaikan segala komunikasi jarak jauh maupun jarak dekat dengan sangat praktis dan efisien.  Di pandang dari sisi lain, kemajuan teknologi dan cepatnya akses informasi juga mempunyai dampak negatif yang sangat mempengaruhi kelangsungan dari bahasa yang telah kita miliki dan kita sepakati untuk menjadi bahasa pemersatu bangsa serta tanah air yaitu bahasa indonesia. Dapat kita ketahui barsama bahwa, sekarang ini banyak bahasa pergaulan yang sangat berbeda dengan kaidah-kaidah kebahasaan. Dengan menurunnya kemampuan berbahasa masyarakat bangsa ini, secara tidak langsung juga akan mengurangi rasa nasionalisme yang tertanam pada diri mereka. Sehingga benteng perahanan yang selama ini terbangun kukuh akan lebih mudah untuk diporak-porandakan oleh musuh.

Maka dari itu, dalam kesempatan kali ini kami akan memaparkan suatu pembahasan yang berjudul ” Bahasa Indonesia Sebagai Media Komunikasi” yang didalamnya akan mencakup tentang pengertian bahasa, macam-macam bahasa serta hal-hal lain yang berkaitan dengan kebahasaan. Dan untuk pembahasan yang lebih mendetail, akan diulas secara terperinci dalam bab pembahasan.

1.2  Rumusan Masalah

Dalam suatu karangan ilmiah haruslah disusun secara sistematis dan runtut sesuai dengan ketentuan yang ada. Maka dari itu perlu untuk menyusun suatu rumusan masalah yang menjadi batu pijakan untuk pembahasan pada makalah ini. Adapun rumusan masalah tersebut ialah sebagai berikut:

  1. Apa yang dimaksud dengan Bahasa Indonesia ?
  2. Jelaskan yang termasuk dalam macam-macam bahasa ?
  3. Apa maksud dari bahasa negara ?
  4. Apa tujuan dari mempelajari bahasa ?
  5. Apa yang dimaksud dengan ragam bahasa dan yang terkait dengannya ?

1.3  Tujuan Pembelajaran

Adanya suatu diskusi dalam kelas yang kita lakukan sudah barang tentu semuanya mempunyai tujuan masing-masing dan boleh jadi tujuan tersebut berbada ataupun sama. Sedang pembelajaran pada saat ini yaitu dengan judul “ Bahasa Indonesia Sebagai Media Komunikasi” mempunyai beberapa tujuan diantaranya adalah :

  1. Dapat mengetahui makna dari Bahasa Indonesia secara terperinci
  2. Dapat memahami macam-macam bahasa yang ada pada saat ini
  3. Dapat memaparkan maksud dari bahasa negara
  4. Dapat memperoleh pengetahuan tentang tujuan mempelajari bahasa
  5. Dapat membuka cakrawala pengetahuan berkenaan dengan ragam bahasa

 


 

BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1 Pengertian Bahasa

Menurut Gorys Keraf (2004 : 1), bahasa adalah alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Ketika anggota masyarakat menginginkan untuk berkomunikasi dengan sesamanya, maka orang tersebut akan menggunakan suatu bahasa yang sudah biasa digunakannya untuk menyampaikan sesuatu informasi. Pada umumnya bahasa-bahasa tersebut dapat berbeda antara satu daerah dengan daerah yang lain, hal ini dapat dikarenakan adanya perbedaan kultur, lingkungan dan kebiasaan yang mereka miliki. Mungkin asumsi beberapa orang berpendapat bahwa tidak hanya bahasa saja yang dapat dijadikan sebagai media komunikasi. Mereka menunjukkan bahwa terdapat dua orang atau lebih yang mengadakan komunikasi dengan mempergunakan cara-cara tertentu yang telah disepakati bersama. Mereka memakai beberapa alat ataupun media untuk menyampaikan suatu kabar yang memang ingin diinformasikan kepada pihak lain dengan menggunakan lukisan-lukisan, asap api, bunyi gendang atau tong-tong dan sebagainya.

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbiter, yang dipergunakan oleh sekelompok masyarakat untuk bekerjasama, berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri. Dilihat dari pengertian yang ada dalam kamus tersebut, dapat difahami bahwa bahasa juga dapat berfungsi sebagai lambang bunyi sebagai mana not yang ada pada nada, akan tetapi fungsi atau manfaat yang diberikan sangatlah berbeda antara keduanya. Bunyi yang dihasilkan oleh bahasa dipreoritaskan untuk menyampaikan suatu informasi serta lebih menitik beratkan pada kepadatan isinya bukan pada fungsi estetika yang dihasilkannya.

Bahasa adalah sistem simbol dan tanda. Yang dimaksud dengan sistem simbol adalah hubungan simbol dengan makna yang bersifat konvensional. Sedangkan yang dimaksud dengan sistem tanda adalah bahwa hubungan tanda dan makna bukan konvensional tetapi ditentukan oleh sifat atau ciri tertentu yang dimiliki benda atau situasi yang dimaksud.

Dari beberapa definisi yang telah dipaparkan di atas maka dapat disimpulkan bahwa bahasa adalah alat untuk berkomunikasi yang dapat disampaikan melalui lisan, tulisan maupun media lain yang sudah disepakati oleh pihak yang berkomunikasi. Bahasa yang disampaikan melalui lisan dapat disebut dengan bahasa primer sedangkan bahasa yang diutarakan dengan menggunakan selain lisan disebut dengan bahasa sekunder.

Adapun pengertian dari berkomunikasi melalui lisan yaitu berkomunikasi dengan menggunakan suatu simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia yang memiliki ciri khas tersendiri yang dapat berbada makna ketika diucapkan oleh orang dan kondisi yang berbeda . Suatu simbol bisa terdengar sama di telinga kita tapi memiliki makna yang sangat jauh berbeda. Misalnya kata ’sarang’ dalam Bahasa Korea yang memiliki arti cinta, dalam Bahasa Indonesia artinya adalah tempat tinggal burung atau binatang-binatang lain. Sedang pengertian dari tulisan adalah susunan dari simbol (huruf) yang dirangkai menjadi kata bermakna dan dituliskan. Bahasa lisan lebih ekspresif. Mimik, ekspresi wajah, intonasi, dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukannya.

2.2 Macam Macam Bahasa

            Dalam keberadaannya, Indonesia terkenal sebagai sebuah negara yang mempunyai keberagaman tingkat tinggi. Didalam tubuh bangsa indonesia yang terdiri dari deretan pulau-pulau, saling sambung menyambung dari Sabang sampai Merauke terdapat banyak suku bangsa dan ras berbeda antara satu sama lain. Perbedaan ini dapat disebabkan dari lingkungan hidup dan kebiasaan yang dilakukan oleh orang-orang tersebut. Setelah diamati dan dicermati perbedaan-perbedaan ini juga terjadi  pada ranah kebahasaan yang ada, setiap daerah rata-rata mempunyai bahasa daerahnya masing-masing, satu propinsipun kadang mempunyai lebih dari lima bahasa yang digunakan masyarakatnya untuk berkomunikasi dan hal inilah yang menjadikan indonesia terkenal dengan kemajemukannya.

            Di daerah-daerah yang ada di Indonesia, masyarakat yang ada disana tidak hanya menggunakan satu bahasa saja, melainkan menggunakan beberapa bahasa yang berbeda satu daerah dengan daerah yang lain dan bisa jadi walaupun mereka sama-sama orang yang notabenenya adalah penduduk yang tinggal menetap dalam satu pulau atau provinsi bisa jadi tidak faham dengan penyampaian lawan bicara dari daerah yang berbeda dalam satu pulau atau provinsi tersbut.

            Dalam bab macam-macam bahasa ini, akan disebutkan macam bahasa yang ada dan digunakan oleh masyarakat-masyarakat yang ada di Indonesia ini. Adapun macam bahasa dapat diklasifikasikan menurut daerah dimana bahasa itu digunakan, karena pada umumnya suatu daerah yang telah mempunyai otonom dan kebudayaan sendiri, ia juga akan cenderung mempunyai bahasa dan logat yang berciri khas dan berbeda dari pada yang lain.

               Pengklasifikasian menurut daerah, pengguna bahasa ini terbagi menjadi 7 kelas yaitu : macam bahasa yang digunakan di daerah Sumatra, macam bahasa yang dipergunakan di derah Maluku, macam bahasa yang dipergunakan di daerah  Sulawesi, macam bahasa yang digunakan di daerah Kalimantan, bahasa yang digunakan di daerah Jawa, macam bahasa yang digunakan di daerah Bali dan macam bahasa yang dipergunakan oleh masyarakat Indonesia yang berada di daerah Nusa Tenggara baik barat maupun timur.

2.2.1        Macam bahasa di Sumatra

            Adapun bahasa yang digunakan di daereh Sumatra tidak kurang dari 20 bahasa yang digunakan untuk salimg tukar infirmasi dan untuk berkomunikasi. Adapun bahasa tersebut di antaranya adalah :

  1. Simulu                                           12. Simulur
  2. Sikule                                            13. Riau
  3. Rejang Lebong                              14. Pak-Pak
  4. Orang Laut                                    15. Nias
  5. Minangkabau                                16. Mentawai
  6. Melayu                                          17. Mandailing
  7. Lom                                               18. Lampung
  8. Kubu                                             19. Karo
  9. Gayo                                             20. Enggano
  10. Batak                                             21. Angkola
  11. Aceh                                              22. Alas

2.2.2  Macam bahasa di daerah Maluku

            Di daerah Maluku sendiri terdapat pemilahan macam bahasa yang digunakan sebagai media berkomunikasi yang dikarenakan adanya perbedaan pemakaian bahasa yang ada.

            Di Maluku Daerah Sekitar Ambon Timur juga menggunakan bahasa yang bermacam-macam, diantara bahasa yang digunakan oleh kebanyakan masyarakat yang bermukim dan berdomisili disana adalah :

  1. Timor                                
  2. Tetun
  3. Anibar
  4. Solor
    1. Rote
    2. Roma
    3. Pantar
    4. Leti
    5. Lain
    6. Kroe
    7. Kaisar
    8. Kai
    9. Kadang    
    10. Helo
    11. Goram            
    12. Geloli
    13. Buru
    14. Belu
    15. Banda
    16. Aru
    17. Ambelan
    18. Alor

            Sedangkan daerah Maluku daerah sekitar suli bacan mempunyai bahasa yang berbeda dengan Maluku daerah ambon timur. Bahasa yang sering digunakan oleh masyarakat yang berdomisili di daerah ini adalah :

  1. Taliabo
  2. Sula
  3. Bacan

2.2.3        Macam bahasa di daerah Sulawesi

            Beralih pada bahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi oleh masyarakat yang ada wilayah Sulawesi. Sebagaimana pembagian macam bahasa yang ada di wilayah Sumatra, bahasa yang digunakan sebagai media komunikasi juga bervariasi tidak monoton menggunakan satu bahasa saja. Bahasa yang digunakan di wilayah Sulawesi adalah :

  1. Toraja
  2. Napu
  3. Pilpikoro

2.2.4 Macam bahasa di daerah Kalimantan

            Masyarakat yang menetap di daerah yang berada di Pulau Kalimantan menggunakan bahasa yang bermacam-macam. Macam-macam bahasa yang difungsikan sebagai media komunikasi oleh masyarakat Kalimantan adalah :

  1. Klemautan                                     3. Kenya
  2. Kayan                                            4. Iban

2.2.5        Macam bahasa yang digunakan di daerah Jawa

            Sebagaimana yang kita ketahui bersama di Pulau Jawa juga terdapat macam-macam bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi oleh masyarakat yang tinggal di jawa. Diantara macam bahasa yang digunakan adalah :

  1. Sunda                                3. Jawa
  2. Madura

2.2.6        Macam bahasa yang digunakan didaerah Nusa Tenggara

     Sebagaimana yang ada di daerah Maluku, nusa tenggara juga mempunyai pembagian yang lebih spesifik. Nusa tenggara seperti yang telah diketahui bahwa daerah ini terbagi menjadi dua yaitu Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

            Adapun macam-macam bahasa yang sebagai media komunikasi oleh kebanyakan orang yang hidup dan melakukan interaksi didaerah Nusa Tenggara Barat adalah sebagai berikut :

  1. Sumba
  2. Sasak

            Sedangkan bahasa yang difungsikan oleh masyarakat Nusa Tenggara Timur sebagai media komunikasi adalah :

  1. Sasak                     3. Sumbawa
  2. Timor

2.2.7        Macam bahasa yang dipergunakan di daerah Bali

            Pulau Bali yang terkenal sebagai pulau dewata pun juga mempunyai macam bahasa yang biasa digunakan untuk menjalin komunikasi antar sesamanya. Adapun bahasa yang sering digunakan berkomunikasi oleh masyarakat pulau dewata ini adalah bahasa sasak yang juga digunakan oleh orang-orang nusa tenggara. Jika dilakukan pengamatan, maka akan ditarik kesimpulan bahwa letak geografis dan lingkungan juga sangat berpengaruh pada perkembangan bahasa. Jika daerah tersebut letaknya tidak terlalu jauh, maka perbedaan bahasa mereka juga tidak akan terlalu jauh. 

            Sebagai negara yang mempunyai keberagaman yang sangat banyak hususnya pada ranah bahasa, tidak dapat dipungkiri lagi akan banyak perbedaan yang ada sehingga dapat menyebabkan perpecahan antar daerah, ras ataupun suku yang ada di negara indonesia ini. Untuk mengantisipasi adanya perpecahan yang disebabkan oleh banyaknya perbedaan macam bahasa, sudah barang tentu seluruh masyarakat Indonesia untuk mempelajari dan menguasai bahasa pemersatu yaitu bahasa Indonesia.

2.3 Bahasa Negara

            Suatu negara yang sudah merdeka dan tengah menjalankan kepemerintahannya pastilah memerlukan suatu bahasa untuk berkomunikasi dengan pihak dalam maupun pihak luar. Negara juga pasti memiliki bahasa yang wajib digunakan oleh masyarakatnya untuk berkomunikasi. Sehingga walaupun orang yang berkomunikasi tersebut berasal dari daerah atau suku yang berbeda, akan tetapi mereka tetap dapat dipersatukan dalam hal tukar informasi. Dan biasanya bahasa yang digunakan sebagai bahasa pemersatu ini disebut sebagai bahasa negara ataupun bahasa nasional.

            Herman RN(2006:1) Tidak dapat dipungkiri lagi bahwasanya bahasa nasional dan bahasa negara di Indonesia adalah Bahasa Indonesia. Kedua kedudukan tersebut sangatlah penting dan harus terpenuhi fungsinya. Jika ada salah satu yang tidak terpenuhi maka fungsi Bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu akan pudar dan akan sirna. Hal yang demikian inilah yang sangat menghawatirkan bangsa ini karena akan timbul perpecahan dimana-mana dan benteng pertahanan terkuat Negara Indonesia akan mudah diruntuhkan oleh lawan.

            Walaupun bahasa negara dan bahasa nasional Negara Indonesia sama yaitu bahasa Indonesia, menurut beliau kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara dan sebagai bahasa nasional memiliki fungsi yang berbeda.dan dalam pembahasan ini akan lebih ditekankan pada pembahasan Bahasa Indonesia yang berkedudukan dan berfungsi sebagai bahasa negara.

Di dalam kedudukannya sebagai bahasa negara, Bahasa Indonesia berfungsi sebagai :

  1. Bahasa resmi kenegaraan
  2. Bahasa pengantar dalam dunia pendidikan
  3. Alat perhubungan di tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelksanaan pembangunan
  4. Alat pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi                  (e. zaenal arifin, 2008:13)

     Sebagaimana fungsi pertama bahasa indonesia sebagai bahasa negara yaitu berfungsi sebagai bahasa resmi kenegaraan, Bahasa Indonesia sangat berperan aktif dalam event-event penting yang diadakan oleh bangsa ini baik event upacara, perjanjian atau pembaiatan, pidato serta acara-acara lain yang lebih bersifat resmi dan formal.

Dalam pembelajaran yang ada di Indonesia, tidak diperbolehkan bagi para tenaga pendidik maupun peserta didik untuk menggunakan bahasa selain Bahasa Indonesia kecuali pada materi-materi kebahasaan yang memang ada tuntutan untuk memakai bahasa asing atau bahasa daerah. Terdapat manfaat yang dapat di ambil dari ketetapan ini, ketika ada tenaga pengajar maupun peserta didik dari luar daerah dimana mereka melangsungkan proses belajar mengajar mereka akan dapat memahami materi yang disampaikan ketika materi tersebut disanpaikan dengan menggunakan Bahasa Indonesia.

   Dalam fungsinya sebagai  alat perhubungan di tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelksanaan pembangunan, Bahasa Indonesia bukan hanya mempunyai fungsi sebagai penghubung antar suku ataupun ras. Akan tetapi, dalam hal ini lebih difokuskan sebagai media komunikasi antara masyarakat dengan pihak pemerintahan. Dengan terciptanya komunikasi yang sehat dan baik, maka pembangunan negeri ini akan mudah terealisasikan sebagaimana yang telah direncanakan.

   Alat pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan fungsi Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara berpengertian bahwasanya Bahasa Indonesia adalah bahasa yang dapat menciptakan jati diri bangsa yang akan membedakan dengan bangsa lain. Budaya Indonesia yang berkembang berdampingan dengan bahasa Indonesia pun akan turut menjadi budaya yang mempunyai keunikan dan cirri khas tersendiri.

2.4 Tujuan Mempelajari Bahasa

   Dalam setiap mempelajari suatu ilmu, setiap manusia pastilah mempunyai suatu tujuan tertentu. Walaupun boleh jadi tujuan ahir yang diinginkan antara satu individu dengan individu yang lainnya akan berbeda. Begitu juga dengan tujuan orang-orng yang berkenan untuk mempelajari bahasa, pastilah mereka juga mempunyai motif tertentu yang melatar belakanginya.

   Walaupun pasti ada tujuan-tujuan yang tidak senada, akan tetapi dalam mempelajari bahasa terdapat tujuan-tujuan yang bersifat umum. Yaitu dengan kita belajar bahasa, kita ingin apa-apa yang kita sampaikan dapat dimengerti dan difahami oleh lawan komunikasi kita. Karena, ketika bahasa kita tidak dapat mengundang pemahaman dari lawan komunikasi maka kita akan menerima respon yang kurang baik selain itu bahasa yang kuang baik dan benar akan dapat menimbulkan kesalahfahaman yang bisa berakibat fatal. Sebagaimana yang telah dikatakan oleh Gorys Keraf (2004 : 8) bahwa seorang yang belum mahir berbahasa akan menemukan kesulitan-kesulitan, karena apa yang dipikirkan atau dimaksudkan tidak akan bisa terlahir sempurna kepada orang lain.

   Selain untuk memahamkan orang lain tujuan mempelajari bahasa adalah untuk dapat menggelar dan mengembangkan potensi-potensi pribadi yang ada pada diri kita. Dengan penguasaan bahasa yang baik dan benar, akan dapat lebih mudah mencari relasi dalam segala hal.

   Ada salah satu tujuan terpenting yang harus kita canangkan ketika kita mempelajari bahasa. Tujuan tersebut ialah kemahiran bahasa. Menurut penuturan Gorys Keraf (2004:1) kemahiran bahasa akan mendatangkan keuntungan bagi masyarakat, bila ia digunakan sebagai alat komunikasi yang baik terhadap sesama masyarakat, bila ia memungkinkan kita untuk mengembangkan kesanggupan kita untuk dapat mempengaruhi orang lain dalam mengembangkan kontrol social yang diingankan.

2.5 Ragam Bahasa

            Ragam bahasa adalah pembagian bahasa yang ditinjau dari bagaimana cara bahasa itu diutarakan oleh orang yang melakukan komunikasi. Lamuddin Finoza (2002:3) memaparkan bahwa ragam bahasa menjadi sangat banyak jumlahnya karena pemilihan corak bahasa yang dipakai seseorang untuk mengomunikasikan sesuatu bergantung kepada tiga hal berikut ini:

  1. Cara berkomunikasi : lisan atau tulisan
  2. Cara pandang penutur terhadap mitra komunikasinya
  3. Topik yang dibicarakan/dituluskan

            Dengan berdasar pada pemaparan yang disampaikan oleh Lamuddin tersebut, dapat diketahui bahwa ada tiga klasifikasi ragam bahasa yang terdapat dalam bahasa Indonesia. Adapun klasifikasi ragam bahasa itu adalah :

  1. Ragam bahasa berdasarkan cara komunikasi

1)      Ragam lisan

2)      Ragam tulisan

  1. Ragam bahasa berdasarkan cara pandang penutur

1)      Ragam dialek

2)      Ragam idealek

3)      Ragam Sosialek

  1. Ragam bahasa berdasarkan situasi

1)      Ragam terpelajar

2)      Ragam resmi

3)      Ragam tidak resmi

4)      Ragam bahasa berdasarkan topik pembicaraan

1)      Ragam hukum

2)      Ragam bisnis

3)      Ragam sastra

4)      Ragam kedokteran

5)      dsb.(lomuddin finoza, 2002:3)

  1. 1.      Ragam bahasa berdasarkan cara berkomunikasi

Dalam pembahasan ini yang akan dibahas terlebih dahulu adalah ragam lisan dan ragam tulisan. Adapun perbedaan antara ragam lisan dan ragam tulisan adalah sebagai berikut:

  • Ragam lisan menghendaki adanya lawan bicara yang siap mendengarkan apa yang diucapkan oleh seseorang, sedangkan ragam tulisan tidak selalu memerlukan lawan bicara.
  • Ragam lisan, unsur-unsur fungsi gramatikal seperti subjek, prediket, objek, dan keterangan tidak selalu dinyatakan dengan kata sering dinyatakan dengan gerak tubuh dan mimik muka. Sedangkan ragam tulisan, fungsi gramatikal harus dinyatakan dengan jelas agar orang membaca suatu tulisan dapat memahami isinya.
  • Ragam lisan sangat terikat pada situasi, kondisi, ruang dan waktu. Suatu ragam lisan baru dapat dimengerti  jika dia berada atau turut terlibat didalam situasi, kondisi, ruang dan waktu yang sama Sedangkan ragam tulisan dapat dimengerti oleh orang lain pada tempat, waktu, kondisi, ruang dan waktu yang berbeda beda.
  • Ragam lisan dipengaruhi oleh tinggi-rendah, panjang-pendeknya  suara. Sedangkan ragam tulis dilengkapi dengan tanda baca, huruf capital, huruf kecil atau huruf tegak dan huruf miring.(Lomudin Finoza, 1993:4)
  1. Ragam Bahasa Indonesia berdasarkan cara pandang penutur
                      Berdasarkan cara pandang penutur, ragam bahasa Indonesia terdiri dari ragam dialek, ragam terpelajar, ragam resmi dan ragam tak resmi.

Contoh Ragam Dialek adalah ‘Gue udah baca itu buku.’

Contoh Ragam Terpelajar adalah ‘Saya sudah membaca buku itu.’

Contoh Ragam Resmi adalah ‘Saya sudah membaca buku itu.’

Contoh Ragam Tak Resmi adalah ‘Saya sudah baca buku itu.’

  1. Ragam Bahasa Indonesia sebagai topik pembicaraan
                      Berdasarkan topik pembicaraan, ragam bahasa terdiri dari ragam bahasa ilmiah, ragam hukum, ragam bisnis, ragam agama, ragam sosial, ragam kedokteran dan ragam sastra.

Ciri-ciri ragam ilmiah:

  • Bahasa Indonesia ragam baku
  • Penggunaan kalimat efektif
  • Menghindari bentuk bahasa yang bermakna ganda
  • Penggunaan kata dan istilah yang bermakna lugas dan menghindari pemakaian kata dan istilah yang bermakna kias
  • Menghindari penonjolan persona dengan tujuan menjaga objektivitas isi tulisan
  • Adanya keselarasan dan keruntutan antarproposisi dan antaralinea.

Contoh ragam bahasa berdasarkan topik pembicaraan:

  • Ragam Hukum : Dia dihukum karena melakukan tindak pidana.
  • Ragam Bisnis : Setiap pembelian di atas nilai tertentu akan diberikan diskon.
  • Ragam Sastra : Cerita itu menggunakan unsur flashback.
  • Ragam Kedokteran : Anak itu menderita penyakit kuorsior.
  • Ragam Psokologis : Penderita autis perlu mendapatkan bimbingan yang intensif.

BAB III

KESIMPULAN

 

Dengan demikian perlu dapat ditarik kesimpulan bahwa  Bahasa adalah sistem simbol bunyi yang bermakna dan berartikulasi (dihasilkan oleh alat ucap) yang bersifat arbitrer dan konvensional, yang dipakai sebagai alat berkomunikasi oleh sekelompok manusia untuk melahirkan perasaan dan pikiran. Sedangkan dari makna Bahasa itu terdapat macam dan ragam bahasa yang telah dijelaskan di atas.

Selain terdapat macam dan ragam, bahasa juga bisa sebagai bahasa negara atau bahasa nasional. Sedangkan bahasa negara adalah suatu bahasa yang memiliki sejenis hubungan de facto atau de jure  dengan seseirang dan mungkin melalui perluasan teritori yang mereka duduki. Sebutan ini digunakan bermacam. Sebuah bahasa nasional bisa mewakili identitas nasional suatu bangsa atau negara. Bahasa nasional secara alternatif bisa merupakan sebuah penetapan yang diberikan pada satu bahasa atau lebih yang dituturkan sebagai bahasa pertama di teritori sebuah negara.

Bahasa selain sebagai bahasa negara, bahasa juga memiliki sebuah tujuan dari pembelajaran bahasa. Banyak orang yang belajar bahasa dengan berbagai tujuan yang berbeda. Ada yang belajar hanya untuk mengerti, ada yang belajar untuk memahami isi bacaan, ada yang belajar untuk dapat bercakap-cakap dengan lancar, ada pula yang belajar untuk gengsi-gengsian, dan ada pula yang belajar dengan berbagai tujuan khusus. Tujuan pembelajaran bahasa, menurut Basiran adalah keterampilan komunikasi dalam berbagai konteks komunikasi. Kemampuan yang dikembangkan adalah daya tangkap makna, peran, daya tafsir, menilai, dan mengekspresikan diri dengan berbahasa. Kesemuanya itu dikelompokkan menjadi kebahasaan, pemahaman, dan penggunaan.

SARAN

Demi tercapainya persatuan dalam keberagaman yang ada di Indonesia perlu adanya kesadaran untuk menanamkan rasa nasionalisme dalam diri sendiri. Sebagai generasi muda dan salah satu cara untuk mencapainya yaitu dengan mempelajari bahasa Indonesia secara detail dan mendalam serta menanamkan rasa kecintaan, kesenangan untuk mempelajari Bahasa Indonesia. Serta menerapkanya secara baik dan benar, karena dengan menerapkan Bahasa Indonesia secara tepat dan benar maka akan mempererat Negara Indonesia dari berbagai ragam bahasa. Serta Bahasa Indonesia dapat mempersatukan antar sesame bangsa.

DAFTAR PUSTAKA

Finoza, Lamuddin. 2002.Komposisi Bahasa Indonesia.Cetakan ke-8. Jakarta: Diksi Insan Mulia.

Keraf, Gorys. 2004.Komposisi Sebuah Pengantar Kemahiran Bahasa. Flores: Nusa Indah.

Arifin, E. Zaenal dan Tasai S. Amran.2009Cermat Berbahasa Indonesia Untuk Perguruan Tinggi. Jakarta:Akademika Pressindo.

Wibowo, Wahyu.2001.Manajemen Bahasa. Jakarta: Gramedia.

Pembelajaran Bahasa Indonesia, artikel diakses pada tanggal 14 September 2009 dari http://endonesa.wordpress.com/ajaran-pembelajaran/pembelajaran bahasa-indonesia/ )

 Image Continue reading

Kisah Hikmah 1 > Bersegera lah!

Segera lakukan apa yang menjadi keinginan hati.

Bersegera merupakan salah satu ciri orang yang mempunyai konsistensi yang tinggi, niat yang kuat serta tekat yang sudah bulat. Sifat ini hanya dimiliki oleh orang-orang yang menginginkan kesuksesannya lekas terwujut. Orang yang dalam hidupnya menginginkan kesuksesan tentunya ia selalu memanage waktu dan mengagendakan setiap kegiatan yang ada. Dengan melakukan semua agendanya secara bersegera maka ia akan dapat melaksanakan semua agenda yang sudah disetingnya sesuai waktu yang telah ditentukan. Semua kegiatan akan berhasil dilampaui dengan maksimal dan lebih evisien.

Bersegera tidak sama dengan tergesa-gesa. Bersegera merupakan pekerjaan yang dianjurkan oleh rasul sedangkan tergesa-gesa merupakan hal yang dibenci oleh Rasul dan juga termasuk dari perbuatan yang disukai syetan. Perbedaan antara bersegera dan tergesa-gesa berada pada persiapan yang dilakukan sebelumnya. Jika bersegera, berarti orang itu sebelum melakukan hal tersebut sudah mempersiapkan dan memperhitungkannya secara matang. Semua yang dilakukan telah terseting dengan rapi dan apik. Sedang orang yang tergesa-gesa ia melakukan dengan tanpa persiapan dan tanpa perhitungan apapun. Ia cenderung ngawur dengan apa yang ia lakukan dan hasil yang akan ia capaipun juga asal-asalan. Pekerjaan yang dilakukan dengan ketergesa-gesaan akan cenderung menghasilkan sesuatu yang berantakan.

Banyak manfaat yang bisa kita temukan jika kita melakukan segala hal dengan cara bersegera. Selain waktu yang kita gunakan bisa mendapatkan hasil secara maksimal, kita juga akan bisa membiasakan diri untuk menghargai waktu yang ada. Dalam menset kita akan tertanam pikiran bagaimana dengan waktu yang sedikit kita akan bisa melakukan pekerjaan yang bermanfaat dengtan sebanyak-banyaknya. Jika semua orang berfikir seperti itu maka tak akan ada lagi yang dinamakan kemoloran waktu di negara indonesia ini. Selain itu dengan bergegas maka kita akan lebih dapat menenteramkan hati dan pikiran. Kita tyidak akan dihantui dengan pekerjaan-pekerjaan yang menjadi tanggunmgan kita. Tak peerlu menunggu vwaktu detline untuk mengerjakan segala sesuatu. Ketika tugasd atau kewajiban itu datang, maka sesegera mungkin kitra harus menyelesaikannya. Dan ketika kita telah menyelesaikan itu dengan segera, hati akan menjadi lapang dan pikiranpun akan jernih tanpa beban. Dengan begitu kita kan siap sesiap mungkin untuk menghadapi dan melakukan tugas kita berikutnya.

Menyenagkan bukan?,,, yuk menyegerakan apa yang sudah kita rencanakan.

AnugrahNya dan Aku memulai

Bismillah,

Jum’at pagi nan cerah, menunjukan betapa indahNYa Engkau untuk di Agungkan. Tiada kata seindah hamdan lillah terucap dari bibir dengan linangan rasa hari biru. Tak ada teman yang begitu setia kecuali ridho dan nikmatMu. tiada daya yang paling kuat kecuali semangat dariMu. Tak pantas jika diri ini terlalu kufur atas apa yang Kau berikan.

Hanya semut yang terhempas di hamparan bumi yang sangat luas. Tiada daya kecuali pertolonganMu lah, Si semut dapat bertahan dalam segenap uji coba dunia.

Deru berdebu tuk tebarkan kemanfaatan tetap menjaga dalam hidup. Harap nan terpatri untuk saling berbagi. Pagi ini, 22 Maret 2013, lembaran baru mulai terbentang. Bak hamparan buminya yang selalu menebar kemanfaatan bagi semua, begitu juga hamparan-hamparan karya yang ada dalam blog ini diharap jua.

Dan hanya dengan bantuan dan ridhoMu aku bisa melakukan semuanya. Trimakasih Engkau telah menganugrahkan hidup yang begitu indah dan bermakna. Atas pertolonganMu jua aku yakin bukanlah aku orang-orang yang merugi… Bantu aku ya robb ku..🙂

Saya Dwi Apriliawati anak gadis yang lahir di Bumi Bung Karno, Blitar, Jawa Timur. Meretaskan impian-impian untuk menjadi sebuah kenyataan yang pasti. Dan impian saya sudah pasti, hanya satu yang mendasari. Ingin selalu membagikan kemanfaatan dan anugrah yang telah diberikanNya.

Hirup udara bumi mulai saya rasakan semenjak tanggal itu datang, 28 April 1992, hari senin tepatnya. Bak ogah saya menginjakkan kaki dalam dunia yang carut-marut ini. Saya pun menangis dengan sejadi-jadinya kala itu. Namun, bagaimana maksud hati memeluk gunung, kalau tangan pun memang tak sanggup untuk menggapainya. Hanya suatu yang hampa jika saya tetap bersikukuh untuk tinggal dalam tempat yang nyaman itu (rahim). Waktu saya telah tiba, gumamku. Saya harus mematuhi apa yang sudah menjadi titahNya.

Dan saat itu pula saya mulai mempelajari, kenapa diri ini diciptakan. Mulai memahami betapa nikmatnya semua permasalahan yang ada. Betapa indahnya kehidupan jika kita menemukan semua hikmah yang terserak dan sering kita lalaikan. Subhanallah.. hanya itu yang dapat saya ucapkan untuk menggantikan semua kebaikanNya.

Sampai beranjak besar, saya mulai untuk bermimpi. Hingga saya sadar keharusab saya untuk menitipkan setiap mimpi-mimpi yang ada. Mimpi itu pertama kali saya titipkan pada sang Bunda dan Ayahanda yang dengan setia menemani langkah mungilku ini. RA PERWANIDA, MI Islamiyah Soso, MtsN Gandusari, dan MA Ma’arif Nu Kota Blitar serta INKAFA Gresik juga merupakan sandaran dari impian saya. Dan sampai sekarang laju menuju impian terbesarku ditemani oleh IAIN Sunan Ampel Surabaya dalam naungan Fakultas Syariah Jurusan Muamalah. Tempat dimana saya harus melaju melawan waktu bertemu dengan orang-orang besar dan calon orang-orang besar.

Semuanya adalah anugrahMU… Hamdan Wa Syukron laK Ya Robb..

Surabaya, 22 Maret 2013